Gaya Hidup

Inilah Hasil Penelitian Terhadap Cuka Apel

sumber foto : womentips

MajalahMarsya.com – Untuk saat ini, beberapa studi telah menguji efek kesehatan dari cuka apel. Berikut adalah beberapa temuan dari beberapa penelitian.

1) Diabetes
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cuka (baik cuka sari apel dan jenis lainnya) mungkin bermanfaat bagi penderita diabetes. Sebagai contoh, dalam studi yang dilakukan pada tahun 2007 yang diterbitkan dalam Diabetes Care, para peneliti menemukan bahwa pasien diabetes tipe 2 yang mengkonsumsi dua sendok makan cuka sari apel pada waktu tidur menunjukkan perubahan yang menguntungkan dalam kadar gula darah keesokan paginya.

Dan dalam sebuah studi hewani diterbitkan dalam Journal Pakistan Biological Sciences, para ilmuwan menemukan bahwa tikus yang terkena diabetes yang diberi diet cuka apel selama empat minggu mengalami peningkatan HDL (“baik”) kolesterol (serta pengurangan tingkat mereka trigliserida, jenis lemak darah berbahaya).

2) Berat Badan
Ada dukungan ilmiah yang terbatas untuk klaim bahwa cuka sari apel dapat menurunkan berat badan. Namun, satu studi kecil (diterbitkan di Bioscience, Bioteknologi, dan Biokimia pada tahun 2009) menemukan bahwa orang obesitas yang mengkonsumsi asam asetat setiap hari selama 12 minggu mengalami penurunan yang signifikan dalam berat badan, lemak perut, lingkar pinggang, dan trigliserida. Studi lain di tahun 2009 tes pada tikus (diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry) menemukan bahwa asam asetat dapat membantu mencegah penumpukan lemak tubuh dan lemak hati tertentu. Dan cuka apel mengandung asam asetat.

3) Tekanan Darah
Asam asetat dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurut sebuah studi hewani diterbitkan di Bioscience, Bioteknologi, dan Biokimia pada tahun 2001. Penelitian ini menguji penggunaan asam asetat yang berasal dari cuka apel atau dari jenis cuka yang lainnya.

Baca Juga :  Tokoh Bicara Tentang Mooryati Soedibyo

4) Kolesterol
Diterbitkan dalam British Journal of Nutrition, sebuah studi 2006 menemukan bahwa tikus yang diberi makan asam asetat selama 19 hari mengalami penurunan yang signifikan dalam kolesterol total dan trigliserida. (DNLS)

Inilah Hasil Penelitian Terhadap Cuka Apel
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top